The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Tampilkan postingan dengan label PLTN - peran masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLTN - peran masyarakat. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 04, 2011

Dukunglah Pembangunan Reaktor Nuklir PLTN Indonesia

Meski banyak yang keberatan sama pembangkit listrik tenaga nuklir namun ternyata indonesia punya tiga reaktor Nuklir Indonesia kendati dalam bentuk riset, yaitu di Serpong(Banten), Batan Bandung (DKI Barat), dan Batan Yogyakarta. Tiga reaktor Nuklir regular sebenarnya sudah siap dikembangkan termasuk untuk membangun Pembangkit listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Apalagi, kebutuhan listrik cukup mendesak karena bahan bakar fosil akan habis. Listrik di DKI saja kurang apalagi di luar DKI. Listrik merupakan komponen penarik investor ke Indonesia.

Ahli-ahli Indonesia sudah sangat siap dan bahkan mereka telah melakukan sudah beberapa kali riset. Teknik Nuklir aman-aman saja selama ini. Mengenai bahaya radiasi reaktor nuklir yang bocor bahaya itu ada di mana saja dan bukan hanya nuklir.

Pengamanan teknologi nuklir itu memiliki empat lapis, masalahnya, Indonesia selama ini hanya beriset terus saja sejak 1970-an, padahal Vietnam sudah punya bahkan Malaysia dan Filipina segera membangun PLTN.

Lalu, apa yang kita tunggu? Masalah mendasar di Indonesia adalah protes, dari kalangan Lembaga swadaya Masyarakat, tetapi sebenarnya tidak didasarkan data yang akurat, lebih didorong persaingan antarnegara itu karena ada negara-negara tertentu yang menghendaki negara lain tidak menguasai teknologi nuklir, lalu mereka memanfaatkan LSM .

Sekarang tergantung kepada keputusan pemerintah jika lokasi PLTN di DKI terus diprotes maka di luar DKI dapat menjadi alternatif.

Masyarakat Riau berminat untuk ditempati lokasi PLTN, Kalimantan juga. Di luar DKI listrik kebutuhannya lebih banyak.

Untuk dana, bukan persoalan mendasar karena sudah lama Indonesia mendapat tawaran dari Kanada dan Perancis. investasi mahal memang awalnya, tapi bisa bekerja sama dengan Kanada dan Perancis, dan akan murah bila sudah operasional.

PLTN di Indonesia memang penting karena energi fosil di Indonesia mulai menyusut apalagi Indonesia sudah mempunyai ahli-ahli tentang nuklir. Pilihan Indonesia terhadap nuklir dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan energi alternatif lainnya.

Ada banyak orang mati ketabrak mobil. Apa lalu kita tidak boleh menyeberang jalan? Yang jelas, segala sesuatu pasti ada konsekuensi dan resikonya. Kalau Indonesia tidak segera memutuskan, lalu kapan lagi?

Sumber : http://green.kompasiana.com/polusi/2011/03/28/dukunglah-pembangunan-reaktor-nuklir-pltn-indonesia/

baca selanjutnya...

Jumat, Juni 03, 2011

PLTN Dapat Dukungan Masyarakat Peduli Energi Lingkungan

Masyarakat Peduli Energi Lingkungan (MPEL) bersama Masyarakat Energi Baru dan Terbarukan Indonesia (METI) sepakat untuk tetap mengembangkan pembangkit listrik energi nuklir di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua MPEL, Budi Sudarsono dalam pembukaan Seminar Internasional Energi Berkelanjutan untuk Pembagunan Nasional yang diadakan di Hotel Sultan Jakarta (9/5). “Mendukung energi nuklir untuk pembagunan Indonesia,” katanya.

Menurut Budi, bencana gempa dan tsunami yang menimpa Jepang juga berdampak pada PLTN yang terdapat di Fukhusima. Hal ini yang membuat masyrakat merasa takut dengan pengembangan tenaga nuklir. “Telah terjadinya kecelakaan fukushima menyebabkan bayang-bayang pembangunan PLTN sirna,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Budi, hal tersebut tidak akan mengubah pendirian MPEL karena bencana di Jepang bukan disebabkan oleh meledaknya reaktor nuklir. “Tidak ada reaktor yang meledak, yang ada kepecahan hidrogen,” tuturnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, semakin tingginya harga minyak dunia dan terbatasnya ketersediaan panas bumi menjadikan alasan perlunya pengembangan tenaga nuklir. “Tingginya harga minyak dunia menyeret harga minyak lain. Pengembangan nuklir, biaya dan modal lebih tinggi, tapi tetap unggul dari yang lain,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Budi, kelebihan energi yang dihasilkan oleh nuklir dapat dijadikan komoditas ekspor yang dapat menguntungkan bagi negara. “Bisa dieskpor kalau tidak dipakai,” pungkasnya.

Listrik Nuklir Bukan Senjata
Penggunaan energi nuklir untuk pembangkit listrik masih ditakutkan oleh masyarakat di dunia. Padahal pembangkit listrik nuklir ini menghasilkan energi yang sangat besar, bersih, dan aman.

Mantan Presiden Greenpeace Patrick Moore mengatakan, jangan disamakan bahaya senjata nuklir dengan energi nuklir. Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tidak dimaksudkan untuk membunuh masyarakat.

“Kita menganggap sama energi nuklir dan senjata nuklir. Kita tidak dapat menaruh PLTN untuk membunuh orang,” jelas Patrick dalam Seminar Internasional Energi Berkelanjutan untuk Pembagunan Nasional di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (9/5).

Patrick menambahkan, beberapa berita yang mengabarkan dampak dari pemanfaatan tenaga nuklir sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Namun, sebenarnya tidak seperti itu. “Manusia yang cacat dan bayi yang lahir cacat tidak ada nuklir pun dapat terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut Patrick menambahkan, energi yang dianggap berbahaya bukan berarti tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap energi dapat digunakan untuk hal baik dan hal buruk. “Api adalah energi yang berbahaya, tapi kita tetap menggunakannya untuk memasak dan lain-lain,” katanya.

Dengan begitu, menurut Patrick, energi nuklir harus dimanfaatkan untuk menggantikan energi-energi lain. “Energi nuklir harus dimanfaatkan karena sangat bersih dan aman,” pungkasnya.(dtf/ant)

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/

baca selanjutnya...

Kamis, Juni 02, 2011

Masyarakat Peduli Energi Dukung Pembangunan Reaktor Nuklir

Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan Hidup (MPEL) mendukung pembangunan reaktor nuklir di Indonesia sebagai salah satu sumber energi alternatif, yang dapat menggantikan tenaga energi lain yang memakai sumber energi fosil.

"Kami sepakat tentang pembangunan reaktor nuklir karena terbatasnya minyak bumi dan batu bara," kata Ketua MPEL Budi Sudarsono dalam seminar tentang energi berkelanjutan yang digelar di Jakarta, Senin.

Budi memaparkan, peristiwa yang menimpa reaktor PLTN Fukushima pascatsunami di Jepang seharusnya tidak dijadikan dasar pembuktian untuk mengatakan bahwa pembangunan reaktor nuklir adalah sangat tidak aman.

Ia juga menuturkan, kecelakaan reaktor di pesisir timur Jepang itu juga tidak bisa disamakan dengan tragedi meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di bekas negara Uni Sovyet pada 1986.

MPEL mengingatkan bahwa nuklir layak untuk digunakan karena biayanya yang relatif murah dan masih terbatasnya sumber energi fosil.

Namun ia mengingatkan agar pembangunan reaktor nuklir juga harus tetap dengan menerapkan prinsip pengelolaan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luluk Sumiarso, dalam sejumlah kesempatan mengemukakan, pembangunan reaktor nuklir merupakan alternatif terakhir dan pemerintah terus mempersiapkan berbagai hal seperti dalam hal keamanan.

Mengenai peristiwa kecelakaan di PLTN Fukushima, Luluk mengemukakan bahwa hal itu akan menjadi bahan pengayaan di dalam hal peningkatan keamanan guna melaksanakan pembangunan reaktor nuklir.

Sedangkan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Mukhtasor, dalam rilisnya pada Maret 2011 mengemukakan bahwa kejadian di Jepang menjadi pelajaran penting untuk Indonesia.

Menurut Mukhtasor, program PLTN karena dibiayai oleh dana publik maka seharusnya program tersebut juga tidak boleh bersifat tertutup dan harus melibatkan publik seluas-luasnya terutama dalam aspek keselamatan serta penilaian kelayakan teknologi dan lokasi PLTN.

Ia juga menegaskan, kepentingan yang harus diutamakan adalah kepentingan publik dan tidak boleh ada kepentingan lain yang tidak relevan.
(M040/S004)

Sumber : http://www.antaranews.com/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP